Skip to main content

Random Paragraphs #9

This part is called "Acceptance" 

If only you read this, i just want to tell you...

Hellow Ginyee...

Inget ga, 14 tahun lalu aku pernah bilang kalau aku akan pergi karena kamu minta untuk aku pergi?

Inget ga, 14 tahun lalu aku akan selalu sayang sama kamu apapun keadaan dan 'bentukan' kamu nantinya?

Hari ini, aku berhenti disini.

Bukan menyerah, tapi aku menerima keputusan kamu untuk pergi dan hilang.

It's not easy, tapi kita harus realistis dan logic right? hehehe

Those last smiles, last conversation, last laughs, our hopes and dreams, i forever will keep that.

Mungkin ada beberapa malam aku akan kangen. Tapi kali ini tidak ada lagi rasa ingin kembali. Hanya ingin mengenang kamu aja.

Kamu tetap yang terindah selamanya. Tapi apakah akan ada yang indah juga? Pastinya.

Aku yakin ini semua kamu lakukan karena kamu tau ini yang terbaik. Aku tau kamu mau kita berdua bahagia.

Aku selalu bilang kalo aku ga mau kamu pergi. Kalo kamu hilang itu bukan salah satu jalan keluar dari obstacles yang kita hadapi. Aku selalu kesel dan menghalangi kamu pergi.

Kali ini engga. Aku buka pintu itu. Aku lepasin genggaman aku. Aku ikhlas. 14 tahun bukan waktu yang sedikit. Hampir stengah hidupku udah aku habiskan sama kamu. Ga semua yang terjadi membahagiakan, tapi semua yang terjadi itu ga pernah bikin aku mau kehilangan kamu selamanya. Tapi kalau kamu pikir kehilangan kamu adalah yang terbaik, kali ini aku akan relakan.

Eh aku ngetik ini sambil narik nafas dalam-dalam hehehe

Kemarin aku coba search nama kamu dan aku menemukan kuliah umum kamu. Biasanya ada rasa deg-degan atau aku suka ikut senyum setiap lihat senyum sinis kamu. Kali ini... deg-degan itu mulai pudar.

Kangen ini sudah tidak membuatku ingin menangis lagi. 

"Kau Selalu di Hati" is our song indeed.

Aku lepasin kamu ya... Ini adalah terakhir aku menyebut nama kamu di doa ku. 

Terima kasih untuk 14 tahun ini. Terima kasih sudah pernah menjadi 'rumah' ternyaman tempat aku 'pulang'. Terima kasih untuk genggaman yang hangat ketika aku kedinginan. Terima kasih untuk pelukanmu yang selalu menyatukan aku lagi.

Aku belajar banyak dari kamu dan percayalah aku saat ini itu karena ada pelajaran-pelajaran dari kamu.

Goodbye 19! Aku hapus inisial 'G' itu yaa :')

Comments

Popular posts from this blog

Random Paragraphs #5

aku mengenangmu setiap hari hari-hari ku berputar dengan harapan matahariku bersinar sambil membisikkan kenangan apa jadinya jika dalam setiap detik, aku merindu suaramu aku rindu menggenggam tanganmu aku mencintaimu lebih dari kata itu sendiri aku merindukanmu lebih dari pantai merindukan lautan aku tidak pernah menemukan kata untuk melukiskan rasa ini kepadamu "setelah kamu, semuanya autopilot ." pikirku hatiku sudah habis untuk mencintaimu ibarat bunga abadi yang kurawat baik di dalam hatiku setelah kamu, semuanya tidak ada lagi ... png

Once upon a dream ...

Pergi dari zona nyaman, mulai lagi dari 0 Setelah 14 tahun, aku tau dia adalah safe place aku.  Dia itu sabar. Dia pendengar yang baik. Dia sering ngasih insight buat aku. Dia adalah semangat aku untuk ngejar mimpi aku. Dia adalah cintanya aku. 14 tahun mencintai dia. Tidak pernah bisa berlabuh, namun cinta untuk dia tetap tumbuh. Walau terkadang komunikasinya rasanya jauuh sekali, aku tau di ujung teleponku dia ada. Dia ada menunggu aku menyapa. Terkadang karena kesibukannya, dia ga reply. Tapi aku tau dia ada dan aku bisa reach out dia. Sampai tanggal 10 Februari 2026. Dia blokir nomor hpku. Aku baru saja tau kalau WhatsAppku hanya centang  1 di hari ini. Seketika duniaku runtuh. Aku tau aku ada kesalahan yang mungkin menyebabkan hal ini perlu dia lakukan. Semarah-marahnya dia, ga pernah dia blokir nomor aku. Lalu di pikiranku hanya "aku harus gimana? kalo bukan dia, siapa? berkurang lagi dong orang yang bisa aku percaya tentang semuanya." Setengah umurku sudah kupakai untu...

Random Paragraphs #4

Tak apa dingin asal bukan hati kita Tak apa basah asal bukan mata kita Biarpun harus beku dihembus angin;  denganmu aku tetap ingin Biarpun kepak begitu erat; harap ini tetap kudekap erat Hujan saja yang reda; rindu ini jangan Musim saja yang pergi; kamu ga boleh ikut-ikutan png