Pergi dari zona nyaman, mulai lagi dari 0 Setelah 14 tahun, aku tau dia adalah safe place aku. Dia itu sabar. Dia pendengar yang baik. Dia sering ngasih insight buat aku. Dia adalah semangat aku untuk ngejar mimpi aku. Dia adalah cintanya aku. 14 tahun mencintai dia. Tidak pernah bisa berlabuh, namun cinta untuk dia tetap tumbuh. Walau terkadang komunikasinya rasanya jauuh sekali, aku tau di ujung teleponku dia ada. Dia ada menunggu aku menyapa. Terkadang karena kesibukannya, dia ga reply. Tapi aku tau dia ada dan aku bisa reach out dia. Sampai tanggal 10 Februari 2026. Dia blokir nomor hpku. Aku baru saja tau kalau WhatsAppku hanya centang 1 di hari ini. Seketika duniaku runtuh. Aku tau aku ada kesalahan yang mungkin menyebabkan hal ini perlu dia lakukan. Semarah-marahnya dia, ga pernah dia blokir nomor aku. Lalu di pikiranku hanya "aku harus gimana? kalo bukan dia, siapa? berkurang lagi dong orang yang bisa aku percaya tentang semuanya." Setengah umurku sudah kupakai untu...