Business Trip 1 minggu ...
Di hari terakhir business trip, gue tiba-tiba denger lagu Sal Priadi - Ada Titik-Titik di Ujung Doa
Gue duduk sendiri sambil mendengarkan lagu itu dan memikirkan dia yang selama 1 minggu ini ada di depan mata gue.
Mendengar namanya benar-benar bikin gue takut karena gue takut terluka lagi. Luka yang kemarin masih belum sembuh benar. Masih sering lewat di ingatan. Masih sering teringat betapa menyakitkan ditinggal ketika sedang sayang-sayangnya. Betapa menyakitkan mendengar berita bahagianya padahal sebelumnya kita pergi bersama.
Satu minggu selama business trip dia manis sekali. Bahkan lebih manis dari saat kita masih bersama.
Namun aku sadar penuh, ini semua sudah berakhir.
Aku duduk sendiri bersama lagu itu dan luka-luka ini. Sesak sekali. Lalu membuka kembali percakapan lama kita berdua.
Benar, aku berekspektasi. Aku jadi terlihat membosankan.
Benar, aku sering salah paham dengan apa yang dia katakan. Aku terlihat begitu temparemental.
Benar, aku tidak pernah mendengarkan dia. Aku egois
Aku tidak bilang dia sempurna. Dia juga punya kesalahan. Tapi malam itu aku sadar, hubungan ini memang tidak berhasil karena aku juga.
Luka ini juga karena aku.
Dia kasih aku kado yang selalu aku suka. Dulu pernah kuminta, namun akhirnya sekarang dia berikan. Aku menatap kadonya malam itu. Lucu sekali wajahnya, matanya... seperti pertama kali pembicaraan aku dan dia. Lucu dan ringan...
Aku memang bukan yang terbaik dan aku sadar itu. Aku ikut bahagia saat ini ketika dia menemukan seseorang yang bisa membahagiakannya.
Malam itu aku berdamai. Aku berdamai dengan diriku dan semua lukaku.
Aku tersenyum melihat chatnya. Mungkin ketika aku bertemu dengannya lagi, aku akan meminta maaf dan berterima kasih karena dia selalu memulai. Dia selalu mencari cara agar kita bisa berbicara. Mungkin dia tau aku rindu, namun aku tidak pandai memulai pembicaraannya.
Aku tidak bilang dia sempurna. Namun saat ini, aku tau luka ini juga karena aku.
"Ada titik-titik di ujung doa. Doa keselamatan penutup malam. Yang harus diisi nama. Maka kuisi dengan namamu. Nama lengkapmu hurufnya kuhias berjuta warna. Sebisanya aku gambarkan juga bunga-bunga. Lengkap dengan kupu-kupu terbang di sekitarnya.
Ada titik-titik di ujung doa-doa. Keselamatan penutup malam. Kuisi dengan namamu. Kucoba memaafkanmu selalu. Kalau disitu ada salahku, Maafkanku juga" - Sal Priadi

Comments
Post a Comment