Skip to main content

Romanticizing; you (guessed whose on my mind :P )


I romanticize you in the way sunlight lingers on a window it trusts.

There is nothing hurried about you—even your silence feels intentional, like a pause meant to be savored.

You speak and the room listens.

Not because you are loud, but because your words arrive already carrying care. Kindness follows you
like a second shadow.

I notice the gentle things—the way you remember details others let fall away,
the way your laughter doesn’t try to impress, only to be honest.

Loving you feels easy, like breathing without thinking.
You do not ask to be admired— yet admiration finds you anyway, resting quietly at your feet.

I romanticize you as if the world itself leans slightly toward your presence.
Not pull—but invitation.

You hold your scars without apology, turning survival into grace.
Your heart has learned how to open without forgetting how to protect itself—that balance alone is poetry.

Being near you doesn’t feel like falling, it feels like standing exactly where I am meant to be.

I romanticize you not for perfection, but for the way you make ordinary moments feel chosen.

Coffee tastes warmer.

Time slows its hurry.

Even tired days seem less heavy when your name passes my mind.

If love had a language, it would sound like you—

soft, 

sincere,

and deeply human.


by Pnk - 06012026 at coffee shop somewhere on East Jakarta


Comments

Popular posts from this blog

Random Paragraphs #5

aku mengenangmu setiap hari hari-hari ku berputar dengan harapan matahariku bersinar sambil membisikkan kenangan apa jadinya jika dalam setiap detik, aku merindu suaramu aku rindu menggenggam tanganmu aku mencintaimu lebih dari kata itu sendiri aku merindukanmu lebih dari pantai merindukan lautan aku tidak pernah menemukan kata untuk melukiskan rasa ini kepadamu "setelah kamu, semuanya autopilot ." pikirku hatiku sudah habis untuk mencintaimu ibarat bunga abadi yang kurawat baik di dalam hatiku setelah kamu, semuanya tidak ada lagi ... png

Once upon a dream ...

Pergi dari zona nyaman, mulai lagi dari 0 Setelah 14 tahun, aku tau dia adalah safe place aku.  Dia itu sabar. Dia pendengar yang baik. Dia sering ngasih insight buat aku. Dia adalah semangat aku untuk ngejar mimpi aku. Dia adalah cintanya aku. 14 tahun mencintai dia. Tidak pernah bisa berlabuh, namun cinta untuk dia tetap tumbuh. Walau terkadang komunikasinya rasanya jauuh sekali, aku tau di ujung teleponku dia ada. Dia ada menunggu aku menyapa. Terkadang karena kesibukannya, dia ga reply. Tapi aku tau dia ada dan aku bisa reach out dia. Sampai tanggal 10 Februari 2026. Dia blokir nomor hpku. Aku baru saja tau kalau WhatsAppku hanya centang  1 di hari ini. Seketika duniaku runtuh. Aku tau aku ada kesalahan yang mungkin menyebabkan hal ini perlu dia lakukan. Semarah-marahnya dia, ga pernah dia blokir nomor aku. Lalu di pikiranku hanya "aku harus gimana? kalo bukan dia, siapa? berkurang lagi dong orang yang bisa aku percaya tentang semuanya." Setengah umurku sudah kupakai untu...

Random Paragraphs #4

Tak apa dingin asal bukan hati kita Tak apa basah asal bukan mata kita Biarpun harus beku dihembus angin;  denganmu aku tetap ingin Biarpun kepak begitu erat; harap ini tetap kudekap erat Hujan saja yang reda; rindu ini jangan Musim saja yang pergi; kamu ga boleh ikut-ikutan png